Minggu, 01 Januari 2017

reader's told me 49.Trap



SV. somewhere

Halo para pembaca, salam kenal dari saya. Perkenalkan nama saya Rico, usia 27 tahun, dan saya memiliki seorang istri bernama Vita (25). Sampai dengan saya tau bahwa “jebakan swinger” telah dilakukan ke kami (saya&istri), saya benar-benar tidak tahu bahwa saya dan istri sudah melakukan yang nama nya silent swinger.

Pertengahan tahun 2013 saya menikah dengan istri saya, dan saya mengundang banyak rekanan dari kami. Salah satu nya adalah supplier dari tempat saya bekerja, Fonny (35), saya undang dan Fonny datang ke resepsi pernikahan saya dengan suami nya, Arnold (38). Saya tidak curiga apapun dengan mereka karena penampilan mereka sangatlah santun.

Sampai suatu saat, 3 bulan setelah kami menikah, saya tiba-tiba mendapat pesan di Blackberry Messenger saya dari Fonny, saya biasanya memanggil Fonny. Fonny dan suami nya sudah menikah 8 tahun tapi belum dikaruniai momongan. Percakapan dengan Fonny :
Fonny : Halo Rico, apa kabar?
Saya : Kabar baik, gmn, ada yang bisa saya bantu?
Fonny : Enggak, just say hello aja kok….khan pengantin baru, jadi harus digodain donk…hahahahaa
Saya : ahh Fonny bisa aja….btw gmn kabar Fonny, sehat khan?
Fonny : Sehat dan lancar2 aja kok…kpn2 kalau ada waktu ketemuan di luar yukk ky dulu.
Saya : Boleh2…
            (Saya tidak berpikir macam-macam karena memang dari dulu saya sering makan siang dengan lawan jenis untuk urusan bisnis)
Fonny : kira-kira kpn nich? (tiba-tiba Fonny ganti DP yang mnrt saya sangat seksi)
Saya : terserah, bsk siang jg blh….DP nya WOW bgt tuh! (respon saya karena melihat ganti DP)
Fonny : ok, km jmpt aku di rumah bisa nggak?
Saya : blh, tp ksh alamat rumah nya Fonny ya
Fonny : km suka DP q?
Saya : ya suka bgt lah, mana ada cow tahan lihat pic kaya gt,wkwkwkwkwkwkwkk…..
Fonny : dasar genit deh…
Saya : biarin…

Bsk nya jam 11.30 saya ke rumah Fonny. Sampai di dpn rumah nya, saya telpon Fonny, saya pikir dia sudah siap dan tinggal berangkat, tp tnyt Fonny keluar dengan daster rumah nya membukakan pintu dan mempersilahkan masuk. Aroma parfum nya sangat terasa dan ini sudah membuatku terangsang (saya paling tidak tahan parfum wanita yang enak aroma nya,hehehe…)

Fonny : dari mana Rico?
Saya : dari kantor
Fonny : oh ya, kantor mu dah sukses ya….
Saya : yaaaa lmyn lah
Fonny : km mau minum apa?
Saya : terserah aja

Saya ditinggal sebentar ke dapur untuk dibuatkan minum, 5 menit kemudian saya dihidangkan segelas jus melon. Lalu saya minum jus melon tersebut. Sambil menunggu, saya melihat-lihat majalah untuk mengusir kebosanan. Cik Fonny cukup lama berada di kamar nya, dan 15 menit kemudian saya melihat  Fonny sangatlah seksi dan sangatlah cantik menggunakan long dress yang sangat feminim. Mr.P q yang dari tadi sudah tegang semakin tidak karuan. Nggak tau kenapa, saya tidak bisa menahan diri dan langsung memeluk dan berusaha mencium cie Fonny dengan ganas nya. Yang saya heran, cie Fonny justru meladeni “serangan” saya ini. Saya dibawa masuk ke kamar nya dan mulai membuka baju masing.-masing. OMG! Fonny sangat cantik&seksi! Dada nya yang berukuran besar, dan bentuk nya sangat indah membuat saya benar-benar tidak tahan. Saya dioral dan karena sudah tidak tahan, tidak sampai 5 menit saya sudah keluar. Saya gentian mengoral miss V Fonny. Dan sampai akhirnya ML dan kurang-lebih 1 jam selesai. Ada perasaan puas dan lega setelah “bermain” dengan Fonny. Ada perasaan bersalah karena saya telah mengkhianati istri saya. Setelah itu, kami makan siang bersama dan saya antar pulang kembali.

10 menit setelah saya mengantar pulang c Fonny, saya mendapat BBm dari  Fonny, seperti ini :
Fonny : Rico, kamu nggak usah merasa bersalah, karena istrimu Vita juga melakukan hal yang sama dengan apa yang kamu lakukan dengan aku.
Saya : Maksudnya???
Fonny : mengirim video
Saya : Melihat isi video berdurasi kurang-lebih 7 menit yang isinya :
1.      Ada cow yang aku rasa itu adalah suami dari  Fonny di kamar rumah ku
2.        Istri ku mengoral dengan sangat liar ke cow itu
3.      Potongan video itu sampai mereka buka baju masing-masing (gambar kurang jelas dari diambil dari jauh)
Saya : Maksudnya apa ini????
Fonny : Aku&Arnold suami ku penggemar swinger.
Saya : swinger = tukar pasangan?itu maksud kamu?
Fonny : iya, kamu sendiri terangsang tidak melihat istri mu maen dengan suami ku?
Saya hanya membaca BBM tersebut karena masih bingung antara cemburu-marah-terangsang dan berkecamuk semuanya….
Fonny : Mau tidak 3some FFM kamu-istri km&aku?
Saya (sejenak saya berpikir dan tidak tahu harus menjawab apa) : Kalau aku mau, gmn cara membujuk istri ku?
Fonny : Serahkan pada kami
Saya : kami?mskd nya?
Fonny : kalau km mau 3some FFM dengan aku+Vita, km juga harus membolehkan suami q 3some FFM dengan aku&istri mu
Saya : terserah deh…..(sambil bener-bener nggak tahu harus ngomong apa lagi)

Awalnya saya mau balik kantor, tp saya putuskan langsung balik rumah. Sesampai di rumah saya lihat istri saya mandi di kamar mandi dpn kamar saya&istri. Istri saya kaget melihat saya tiba-tiba di rumah. Saya bilang ada flash disk yang tertinggal. Karena saya juga terangsang melihat istri saya yang hanya pakai handuk, saya langsung sergap dan kami bercinta. Nggak tau kenapa, aku&istri justru jadi super ganas, dan tidak seperti biasanya

reader's told me 48. Nasabah



AP somewhere


“Papa pengen liat mama bercinta sama cowok lain.”
Kalimat itu langsung terlintas dipikiranku. Beberapa kali kalimat itu diucapkan suami selesai kami bercinta. Itu adalah salah satu fantasi seksnya. Fantasi seks yang muncul dari menonton sebuah film bertema swinger. Aku ikut menontonnya saat itu. Tanggapanku selalu dingin setiap kali suami mengutarakannya, lagi dan lagi. Hanya saja, kali ini sepertinya fantasi itu adalah solusi untuk masalahku.
“Bagaimana Dit?”
Tersadarku dari lamunan. Kurasakan lagi belaian dipahaku. Tangan itu milik salah satu nasabah prioritasku. Sebut saja namanya Pak Pramono. Dia lebih senang kupanggil Pram atau Om. Pak Pram semakin mendekatkan duduknya. Tubuh kami kini hampir menempel. Kutepis secara sopan tangannya dari pahaku. Kupindahkan posisi dudukku sedikit menjauh.
“Biar saya pikirkan dulu ya Om.”
Dia tersenyum. “Baiklah, pikirkan saja dulu. Om tunggu jawaban kamu.”
Usia Pak Pram sudah lebih dari separuh baya. Hampir seumuran dengan ayahku. Itulah kenapa dia biasa memanggilku dengan panggilan ‘Dita’, tanpa embel-embel ibu atau mbak.
Pak Pram terkenal sebagai playboy. Salah satu incarannya adalah aku. Iya, dia memang ingin meniduriku. Sudah beberapa kali dia mengungkapkan maksudnya itu. Berbagai rayuan sudah digunakannya. Ajakannya itu terus kutolak. Kutolak secara sopan, tentunya. Bagaimana pun dia adalah nasabah bermodal besar. Hubungan baik harus tetap kujaga.
Kini upaya terakhir pun dipakai Pak Pram. Kontrak dengan bank tempatku bekerja sengaja ia pending. Padahal kini hanya tinggal tahap penandatanganan para pihak. Secara khusus dia meminta kepada atasanku, agar aku yang mengurus kontrak ini. Dia bilang padaku, syarat tanda tangan adalah tidur dengannya. Aku jadi serba salah dibuatnya.
Kutinggalkan kantor Pak Pram dengan perasaan kalut.
*****
“Aaahh..”
Suami mencapai orgasme diatasku. Spermanya dikeluarkan diperutku. Kami memang sedang menunda momongan. Hari itu kebetulan aku sedang subur. Metode coitus interuptus kami pakai, karena suami malas memakai kondom. Kami bersepakat untuk fokus pada karier dulu. Lagian kami masih termasuk pasangan muda. Belum setahun kami menikah. Suami menggulingkan tubuhnya, dan terlentang disampingku. Nafasnya masih memburu.
Jujur aku sedang tidak mood bercinta. Percakapan dengan Pak Pram siang tadi, terus terbayang dipikiranku. Hanya saja, kulihat malam itu suamiku begitu bergairah. Jadi aku berusaha untuk tidak mengecewakannya.
Kutinggalkan suami diranjang. Melangkah menuju kamar mandi, guna membersihkan diri. Kutatap kaca wastafel. Aku bingung bagaimana menyampaikan masalahku, tanpa menyinggung perasaan suami. Akhirnya terlintas sebuah ide. Kembali ke ranjang, aku berbaring disamping suami. Kubergelayut manja dipelukannya.
“Ih kok banyak banget sih keluarnya? Pasti bayangin mama bercinta sama cowok lain lagi ya?”
Suamiku tertawa kecil mendengar godaanku. “Kok tumben nih mama yang ngebahas soal itu, biasanya ngambek kalo papa bahas gituan.”
“Kan pengen tau aja..” pancingku, sambil mengelus dadanya.
“Nggak ah, ntar kalo mama ngambek papa juga yang repot.”
“Nggak kok, mama nggak bakalan ngambek. Janji deh.”
Berusaha kupancing suamiku. Berusaha agar dia mau mengungkap fantasinya lebih jauh.
“Ya udah. Papa itu pengen ngelakuin seperti yang kita tonton di film. Dua pasangan terus kita tukeran pasangan gitu, kan adil kesannya. Tapi papa nggak maksa mama loh, kan ini sekedar fantasi doang.”
Aku terdiam sejenak. Kutarik nafas pelan.
“Kalo mama menuhin fantasi papa gimana?”
Suamiku mengerutkan kening. Sepertinya dia heran dengan tanggapanku yang berbeda kali ini.
“Maksud mama?”
Mulailah aku bercerita tentang Pak Pram. Kuceritakan secara detail tentang tawaran nasabah prioritasku itu. Termasuk syarat yang diajukannya. Selesai bercerita, kutarik lagi nafas pelan. Aku bersiap menerima tanggapan suamiku. Apapun itu, amarah sekalipun.
“Boleh juga tuh. Asal mama nyaman aja sama cowok itu..”
Sedikit kaget kudengar tanggapan suami. Ekspresi wajahnya terlihat santai. Tidak seperti yang kubayangkan diawal. Sepertinya dia memang berniat sekali mewujudkan fantasinya.
“..dan dengan catatan juga, istrinya musti ikutan. Mama musti menekankan syarat itu ke nasabah mama. Kalo nggak ya kesepakatan batal.”
Aku sedikit lega. Paling tidak, sudah keluar apa yang jadi uneg-unegku. Kini tinggal masalah dengan Pak Pram. Kusiapkan kata-kata untuk disampaikan kepadanya. Sekalian mempersiapkan diriku sendiri. Apakah aku yakin dengan pilihanku ini. Kalau kesepakatan ini benar terjadi, maka ini adalah pengalaman pertamaku. Pengalaman disetubuhi laki-laki lain, selain suamiku.
*****
Tiga hari setelahnya, aku kembali ke kantor Pak Pram. Sebelumnya kuyakinkan lagi suamiku, tentang keinginannya ini. Dia mendukungku sepenuhnya. Aku pun jadi semakin yakin dengan pilihanku.
“Oh itu sih sama sekali bukan masalah. Istri Om pasti akan setuju, kan dia juga pernah threesome dengan Dina.”
Lagi-lagi aku terkejut dibuatnya. Dina adalah sekretaris Pak Pram, bahkan tadi aku sempat mengobrol dengannya. Keterkejutan pertama, saat dia mengaku istrinya juga melakukan hal yang sama. Biasanya istrinya melakukannya dengan laki-laki yang lebih muda, alias brondong. Benar-benar pasangan aneh, pikirku. Walaupun aku belum pernah bertemu dengan istrinya.
“Jadi kita sepakat?”
Tidak ada pilihan lain selain mengangguk.
“Bagaimana kalau besok? Besok kan weekend.”
Kembali aku mengangguk. “Tapi biar saya dan suami yang menentukan tempatnya,” tambahku.
“Tidak masalah. Kirimi pesan saja dimana tempatnya, kami akan datang.” Wajahnya terlihat sumringah.
Kesepakatan telah tercapai. Kukeluarkan berkas kontrak untuk ditandatanganinya. Pak Pram mengeluarkan pulpen, namun hanya menandatangani dua jilid terakhir. Kedua jilid itu adalah merupakan bagian arsipnya saja.
“Yang lain, akan Om tandatangani waktu kita bertemu lagi nanti,” dia tersenyum genit.
“Iya, tidak apa-apa Om.”
Kumasukkan lagi berkas-berkas itu kedalam tas. Ketika hendak bangkit dari sofa, Pak Pram mencegahku.
“Ada apa lagi Om?”
“Om sudah tanda tangan ‘tanda jadi’, kamu juga kasi Om ‘tanda jadi’ dong.”
“Maksud Om?” tanyaku keheranan.
Tanpa menjawab, Pak Pram mendekatkan duduknya. Seperti yang sudah-sudah, tangannya mendarat dipahaku. Dirabai pahaku sambil tersenyum. Aku pun paham apa yang dimaksudnya dengan ‘tanda jadi’. Kali ini kubiarkan saja. Bahkan saat tangannya merambah masuk kedalam rok, aku tetap diam. Sedikit demi sedikit ujung rokku terangkat. Saat celana dalamku sedikit mengintip, tangan itu meraba permukaannya.
Tak berhenti disana. Tangan Pak Pram yang lain membuka kancing blazerku. Disusul dengan kancing kemejaku, satu per satu. Begitu terbuka, dia menarik tangannya dari dalam rok dan meraba payudaraku. Masih tertutup cup bra, tentunya. Diciumnya bibirku sebagai aksi lanjutan. Dia melumat, aku pun balas melumat. Saat dia hendak merebahkanku disofa, aku mendorongnya pelan.
“Udah Om, cukup.”
“Loh, kenapa?”
“Saya kesini sama sopir, takut dia nungguin lama.”
Pak Pram tersenyum. Sepertinya dia mengerti alasanku. Dia membiarkanku merapikan diri. Hanya saat kami berdiri, dia sempat memintaku berbalik. Diangkatnya lagi ujung rokku. Kali ini dinikmatinya bongkahan pantatku. Diremasnya juga beberapa kali.
“Malam ini jangan bercinta dengan suamimu Dit, jaga stamina buat besok.”
Tersenyum aku mendengarnya.
Kami sempat berciuman lagi, sebelum aku berpamitan.
*****
Hari yang dinanti pun tiba. Pertama kalinya aku kebingungan memilih pakaian. Bahkan, memilih dalaman pun demikian. Sebenernya sama aja, toh terakhir semuanya akan terlepas juga. Hanya saja, untuk kali ini aku merasa harus yakin dengan penampilanku. Penampilan untuk sebuah momen ‘spesial’. Akhirnya aku memilih memakai dress. Menurut suami sih aku terlihat anggun memakainya.
“Itu mereka.”
Aku menunjuk sebuah meja. Suami mengikutiku mendekati meja tersebut. Pak Pram dan istrinya berdiri menyambut kami.
“Ini pasti Pak Hendra, saya Pramono..”
Pak Pram nyalami suamiku. “..dan ini istri saya, Siska.”
Suamiku menyalami wanita itu. “Hendra,” ucapnya. Begitu pun juga diriku. “Dita.”
Saat itu baru kutahu bagaimana rupa istri Pak Pram. Parasnya sangat cantik, dan masih kelihatan muda. Mungkin benar info yang kudengar, kalau Siska ini adalah istri kedua. Suamiku terlihat lega. Tadinya dia sempat was-was, kalau istri Pak Pram sudah ‘berumur’. Suamiku sepertinya tidak rela, menukarku seandainya bayangan itu benar.
Kami bercakap-cakap sambil makan malam. Kecanggungan yang sempat ada, langsung sirna. Istri Pak Pram ternyata supel dan easy going. Kami berempat bisa langsung nyetel, walau baru saja saling mengenal. Disela obrolan, Pak Pram akhirnya bersedia menandatangani seluruh kontrak. Aku tersenyum puas. Tidak terasa waktu pun beranjak semakin malam.
“Bagaimana kalau kita lanjutkan ini dikamar?” Pak Pram berujar.
Kami bertiga menyetujuinya. Kami pun beranjak menuju lift. Kamar yang suamiku pesan ada dilantai tiga.
“Oya, bill hotel sudah dimasukkan atas nama saya. Jadi Pak Hendra tidak perlu membayar lagi,” ujar Pak Pram saat kami memasuki kamar.
“Oh tidak perlu repot-repot begitu Pak,” balas suamiku.
Pak Pram tetap memaksa dengan keputusannya. Suamiku memilih mengalah. Dikamar itu ada sebuah bed yang sangat besar. Cukup untuk kami berempat. Sengaja suami memilih honeymoon suit guna menghabiskan malam. Pemandangan diluar sana juga teramat indah. Pemandangan lampu-lampu kota terlihat dengan jelas. Kami lanjutkan percakapan yang sempat terputus. Sambil meminum sampanye sebagai pesanan extra.
Sampai tahu-tahu aku sudah berciuman dengan Pak Pram. Demikian pula suamiku dengan Siska. Pertukaran pasangan pun resmi terjadi.
Entah karena alkohol yang kuminum, malam itu aku begitu bergairah. Mungkin juga karena kemarin aku tidak bercinta dengan suami. Malam itu, aku lebih cepat basah dari biasanya. Padahal Pak Pram baru merebahkanku diranjang. Beberapa ciuman dan remasannya langsung membuatku turn on. Dia pun mulai menelanjangiku. Sementara disebelah kami, kulihat suami juga mulai melucuti Siska.
“Aaahh.. aahh.. aahh..”
Desahan, erangan dan lenguhan memenuhi kamar. Pak Pram sudah menyetubuhiku. Bersyukur sempat kuingatkan dia memakai kondom. Penis itu adalah penis kedua, selama hidupku. Tidak ada kecanggungan sebagaimana kubayangkan sebelumnya. Semuanya mengalir begitu saja. Ditengah tindihan Pak Pram, aku menoleh ke arah suamiku. Dia terlihat tidak kalah bersemangat.
“Aaahh.. aahh.. aahh..”
Ranjang tempat kami bercinta, berguncang dengan hebatnya. Sampai akhirnya dia menjadi saksi pelepasan orgasme kami. Rasanya nikmat sekali.
Selepas itu, kami melanjutkan mengobrol. Membahas persetubuhan yang baru saja terjadi. Tidak ada diantara kami yang berpakaian. Kupuji keindahan tubuh Siska, begitupun dirinya kepadaku. Kulihat Siska mengatur bulu pubisnya dengan model brazilian waxing. Sesuatu yang bisa kutiru saat dibawah sana tumbuh lagi.
“Pak Hendra, tidak keberatan kan kalau ibu Dita saya ajak ke kamar sebelah?”
Suamiku sedikit keheranan. “Loh kamar sebelah dibooking juga?”
“Iya, tadi saya yang booking waktu datang. Silakan gunakan kamar ini dengan bebas bersama istri saya, kita ketemu lagi besok siang di lobi. Bagaimana?”
Sepertinya suamiku tidak keberatan. Aku dan Pak Pram berpakaian seadanya, dan melangkah keluar kamar. Ronde kedua pun akan berlangsung lebih privat. Pastinya juga akan lebih banyak variasi seksnya. Sebelum bersetubuh, Pak Pram menghadiahiku sebuah kalung emas. Aku terkaget dengan pemberiannya. Aku tidak kuasa menolak, karena dia memaksaku menerima hadiahnya itu. Jadilah kuhabiskan malam berdua saja bersamanya, dengan hanya kalung itu melekat ditubuhku.
*****
Setelah kejadian itu, kehidupan seks kami jadi kian membara. Kami lakukannya dimana pun ada kesempatan. Semangat suami jadi berlipat, dan semakin menggebu-gebu. Mungkin kami sudah tak bisa lagi menahan memiliki momongan, karena suami jadi sering keceplosan didalam. Aku tidak masalah dengan hal itu. Aku justru menikmati keperkasaannya.
Bagaimana dengan Pak Pram dan istrinya? Menurut suami, dia pernah bertemu lagi dengan Siska beberapa kali. Diantaranya diakhiri dengan persetubuhan. Dia menceritakan kepadaku setiap kali itu terjadi. Aku bisa menerima, karena aku juga melakukan hal yang sama. Setiap kali ada kontrak baru, Pak Pram akan meminta jatahnya. Demikian pula saat ada nasabah baru yang dia kenalkan. Ternyata dia banyak memiki link-link pengusaha besar. Tugasku pun kini jadi lebih mudah.
*****
“Ma, kok pulangnya malem lagi?”
Suamiku memelukku dengan mesra. Kami berciuman.
“Iya sorry pa, abis tadi ada meeting dadakan.”
“Mama capek nggak?”
Aku mengerutkan kening. “Capek sih pa, maunya rendeman dulu bentar. Emang kenapa?”
“Papa lagi horni banget nih, quicky bentar yuk.”
Tanpa menunggu persetujuan, suami membalikkan tubuhku. Dibuatnya aku menungging dalam posisi berdiri. Kupegang ujung meja rias sebagai tumpuan. Segera diangkatnya tinggi rokku. Digesernya sedikit g-string disana, sebelum memasukkan penisnya.
Dalam hati aku sedikit was-was. Semoga saja tadi cukup bersih kucuci vaginaku. Seorang mahasiswa baru saja menumpahkan spermanya disana. Untung pula tadi aku batal memberinya g-string yang kupakai. Pintanya sebagai kenang-kenangan. Kalau itu sampai terjadi, suami pasti curiga. Baru kukenal dia dua minggu yang lalu. Tadi adalah untuk pertama kalinya kami bercinta. Hasutan teman berhasil menggodaku mencoba penis brondong. Sensasinya ternyata memang berbeda.
Masih kurahasiakan dia dari suamiku. Masih kucari tahu, apakah dia punya pacar untuk berbagi. Maka untuk sementara, biarlah ini menjadi rahasia. Sssttt..

reader's told me 47. i am the witness


art di mtm


saya seorang psikolog  dan dosen sebuah universitas
perempuan. 45 tahun


awalnya  ragu baca blog ini....kupikir ini blog tentang cerita esek esek yang goalnya cuma esek esek. :-D

membaca cerita disini, beberapa membuat saya tertarik.

saran saya.  bagus judul grup ini diganti saja dengan : story of secret. :-D.
 cerita tentang cerita  kecil pada manusia yang biasanya disimpan sebagai rahasia..bahkan mungkin ingin dilupakan atau diatas itu :  menganggapnya  tak pernah ada.

padahal sejatinya, setiap manusia punya cerita yang disembunyikan......usia , status sosial, kemudian membuat cerita semacam itu dianggap  menjadi aib.

media ini bagus untuk melepas semua cerita yang disembunyikan.
makin jujur kita menyampaikan, makin beragam cerita, makin kita tidak merasa sendiri,
Secara psikis  membuat kita tenang.

bahwa kemudian kita tak lagi mengulang lagi, atau bahkan menjadi lebih terbuka. Itu soal lain.

Sex, di luar koridor pernikahan dan dengan pasangan resmi , dianggap tabu. dan harus disembunyikan. dianggap merupakan kesalahan,

Percayalah. kita tak sebenar benarnya bisa melupakan....ia hanya bersifat mengendap saja. suatu ketika muncul ke permukaan lagi, itu manusiawi sekali.

karena pekerjaan , saya menjadi saksi, dari banyak cerita tentang itu.
bagaimana istri seorang pejabat, yang dimasa mudanya sangat liar.
bahkan sampai ada keinginan membunuh partner nya dulu, agar rahasianya selalu tersimpan.

Ada seorang ibu yang bahkan menutupi malu atas peristiwa di masa lalunya dengan cara membuat status fb, hampir tiap hari, dengan status status yang radikal . meng image kan dirinya tak tersentuh oleh dosa, dan semua hal yang dilakukannya untuk kepentingan vertikal. sehingga banyak temannya menghindar. Sesungguhnya ia melakukan untuk menutupi rasa bersalahnya di masa lalu

Ada seorang bapak, yang begitu depresi nya akan kesalah masa lalunya. mengawasi anak perempuannay sedemikan protektif, berharap kesalahannya di masa lalu tak terjadi pada anaknya, dan semua itu mengakibatkan anaknya. justru gagal dalam berumah tangga, dan akhirnya membenci bapaknya..................justru diusia sudah senja.

berbagai latar belakang orang yang saya hadapi dalam kasus seperti itu.........bahkan beberapa tokoh yang anda lihat di tivi tivi. hanya karena kerahasiaan maka saya tak bisa ungkapkan.

mereka sama dengan kita.
pernah melakukan hal yang anda lakukan.............pernah berimajinasi seperti yang anda imajinasikan.....dalam bentuk dan porsi yang berbeda beda tentunya.

bahkan kita kadang merasa betapa bodohnya kita dulu, kok melakukan seperti itu.
kita abai akan suatu hal....bahwa semua ada kaitannya dengan hormon, usia, dan asupan informasi.
tak perlu kita salahkan atas semua yang terjadi. hanya akan menambah beban
berdamai dengan masa lalu adalah pilihan terbaik.

tak mudah bercerita kepada orang lain.Oleh sebab itu,  media seperti ini bagus untuk mengungkapkan, tanpa kita perlu takut akan merusak masa depan kita.

...

Lalu apakah saya punya cerita seperti itu?....banyaaak.... :-D

tapi usia saya 45 tahun.....jadi kalau saya cerita , itu dalam rentang waktu itu. tidak setiap hari saya melakukan. :-D

1.

awalnya ada pasangan suami istri sepupu suami dari kota lain, menginap dirumah, karena ada undangan hajatan.
pagi hari, seperti biasa jam 4 an, saya mencuci piring dan menyiapkan teh untuk suami yang biasanya bangun jam 5 an.

Tiba tiba suami memeluk aku dari belakang.
Aku biasa saja, karena kadang ia memang melakukan.
tapi aku merasa dia ereksi. biasa pagi, laki laki ereksi.
Yang tidak biasa adalah ia menciumi leherku.

" Eh....jangan disini, ..ada tamu dirumah, nanti kalau bangun gimana?" kataku berbisik

" Biar aja...., semalam aku melihat mereka ML di teras belakang?" kata suamiku.

" haah?".....

" iya..."

" mereka tahu kamu mergoki?" tanyaku

" tau, tapi cuek aja..." kata suamiku sambil meraba dalam pahaku yang waktu itu hanya pakai daster pendek.

lalu pelan cd ku diplorotkan...

Tak ada pilihan....aku juga malas berdebat...
akhirnya aku sedikit mengangkang dan menunggingkan pantatku...

berpegangan pinggir kitchen sink, aku merasakan penis suami masuk dan keluar di vaginaku.
menikmati, ya. aku menikmati. Tapi tidak total sangat , karena aku khawatir , tamuku terbangun. sementara suamiku mengangkat dasterku sampai kepinggang, hingga bawahanku terbuka.

Dan yang kukhawatirkan terjadi.

Ditengahh2 dan mungkin sebentar lagi aku klimaks.

tiba tiba masuklah sepupu suami yang laki laki kedapur...

aku terkejut, dia juga terkejut...tapi reflek mundur...yang tidak peduli adalah suamiku. aku  sendiri sudah sangat tanggung.  dan suamiku menekan tubuhku begitu  kuat.....hingga aku tak tak tahu harus apalagi kecuali meyelesaikan semuanya.

..
Selesai.

Saat kami sarapan, ..suasana agak ndak nyaman juga.

lalu sepupu memulai pembicaraan

" maaf , tadi......saya ndak tahu..." kata dia

" ah..santai...aku juga minta maaf, malam sebelumnya juga aku ndak sengaja.." kata suamiku sambil makan perkedel seolah ndak ada apa apa...

" ok" kata sepupu...
aku tersenyum ( karena aku tak tahu harus bilang apa )...kulirik istri sepupu, memerah wajahnya...senyum juga.

" ah, tapi semalam kami totaly naked,,,,, kalian tadi tidak.." kata sepupu..
kami semua tertawa.....

lalu suasana mencair....dan terbuka.

...


2.

Ya. Aku bukan seratus persen sempurna.
Kadang terima bbm atau sms dari teman kantor atau teman suami , ngobrol, kadang dengan topik yang nrempet2. Terutama di waktu senggang atau malam saat suami tidur atau di luar kota

Ada beberapa yang aku suka
salah satunya teman suami . E namanya.
dia smart, kalau becanda juga ber"kelas"
Suka mampir rumah, kadang sekedar ngobrol sama suami saat malam.
...hanya sebatas itu sebenarnya, tidak diatas tidak dibawah ,

Satu , sore dia mampir rumah, biasa , hanya ngobrol sama suami. Sekitar jam 7 an suami  mengajak E untuk masuk ruang keluarga, nonton bola. Suami memang suka nonton bola.
Tampaknya E tidak begitu maniak bola. Tapi tak ada pilihan lain. :-D

Suami, langsung tiduran di karpet, sambil berbantal kursi sofa, dan E duduk disofa.
Agak seru rupanya, bolanya,. hingga suami tak lepas pandangan dari layar kaca. bahkan ia mematikan lampu, agar fokus di tivi.
Aku mendekat dan duduk disamping E.
Entah bosan, akhirnya E dan aku ngobrol sendiri, tapi ya bisik bisik, karena suami di depanku.
Ketika tak lagi punya topik,...tiba tiba tanganE memegang tanganku.
AKu mendelik memandang dia. E cuma senyum saja sambil matanya memandang tivi ( atau mungkin mengawasi suamiku ).
Tangan E kemudian mengarah ke paha.
Aku sudah cukup dewasa untuk mengerti kemana arahnya.
tapi ya deg deg an juga. bagaimanapun pertaruhannya mahal. E sahabat suamiku. kalau ketahuan bisa masalah. Akhirnya kututup tangannya dengan bantal sofa .
merasa terlindungi, E makin menjadi.
Tangannya perlahan naik masuk ke rokku, dan sampai di depan vagina ku. perlahan dia mengelus dan jarinya seperti menggaruk halus.
Makin deg deg an juga, kinsentrasiku terpecah.

lalu perlahan lewat samping cd, tangan E masuk, dan berusaha mencapai klitorisku.
lalu perlahan mengelus.  padahal permainan bola kulihat tinggal 20 menitan.
akhirnya aku sedikit ngangkang, memberi ruang jari E mencapai lubang vaginaku yang sudah basah.
E dengan pintarnya memasukkan jari ke lubang dan mengeluar masukkan ,
khawatir tiba tiba suamiku menoleh, aku tambahi bantal sofa supaya semakin tinggi,.
dan aku menikmati semua gerakan jari E.
Sampai aku orgasme.......

Aku memandang E dan memberi kode bahwa aku sudah orgasme. Lalu E menarik tangannya pelan.
Babak pertama bola sudah selesai.
masih iklan. selama iklan , kami bertiga ngobrol seperti tak ada apa apa...
Begitu babak ke dua dimulai,  E perlahan menarik tangannya ke penisku. aku mengelu elus saja. Rasanya yak mungkin aku melakukan apapun selain itu.
 Tiba tiba E , ngomong agak kenceng.
" gue bikin kopi dulu ya bro," kata E ke suamiku.
Suamiku hanya bilang
" yoo"..tapi matanya tak lepas dari layar tivi.

E berdiri, dan matanya memberi kode, agar aku menyusul
aku perlahan beranjak, dan menyusul E
Dibalik pintu antara ruang keluarga dan dapur E langsung merangkulku dan mencium bibirku, sambil menarik ke atas rokku.
aku "naik" lagi.
E menyandarkan aku di dinding, dan memasukkan penisnya ke vaginaku.,
pintu sedikit terbuka.
saat E menggelutiku. mataku beberapakali mengawasi suamiku yang sedang nonton tivi.
..
itulah pertamakali aku merasakan penis selain suamiku.
.................











Senin, 07 November 2016

reader's told me 46. follow the flow

S di kota S


  Sejak dulu, sejak pertama kali mengenal sex. Aku memang suka gaya doggie. Meski tak menolak gaya lain, tapi semoa orang punya gaya favorite.
Sekarang usiaku sudah 43 tahun, tapi favoritku tak pernah berubah.

Entah kenapa aku lebih sukalagi apabila  awalnya aku memakai rok atau daster, lalu disingkap dari belakang.
Apa karena aku merasa pantatku bagus, atau juga karena gesekan rok yang tersingkap perlahan, ataupula karena lebih praktis. aku tak tahu.  Tapi aku menyukainya.

Dan tampaknya memang, suamiku suka bila aku memakai daster.
bahkan terkesan suka "memamerkan" juga.
kalau ada temannya laki laki bertamu, sekedar ngobrol, aku selalu disuruh pakai daster
" sudaah, pakai daster aja, biar si X merasa nyaman, tidak diperlakukan sebagai tamu "

Nanti kalau x datang, aku disuruh nganter minuman lah, disuruh ambil apalah, intinya supaya aku jalan dan dalam jarak pandang X.

Senang suamiku kalau X curi curi pandang ke pantatku.


Dan selalu setelah itu, suamiku bilang.
" mah, tadi X curi curi pandang kamu lho" sambil nepuk pelan pantatku

Aku cuma senyum saja. senyum bukan dalam arti aku senang. lebih ke basa basi
laki laki.

Beberapa kali Andre seorang anak muda umur 30 an datang ke rumah, kata suami dia adalah keponakan teman yang ingin belajar membangun usaha,  Jadi ia ke rumah di ajari suami tentang businis plan, membuat cashflow, semacam itu,
Tampaknya dia orang tekun, di depan laptopnya kulihat membuat perhitungan2, sesekali di koreksi suamiku, lalu dia mengulang lagi.
 Lama lama kami biasa saja ada orang lain dirumah. malah kadang ia mengerjakan perhitungan itu di meja dapur, sementara, aku mencuci piring .

suamiku keluar. lalu tiba tiba bilang

" lihat laptop . ndree.....jangan lihat punggung istriku terus..." sambil tertawa

" ah..oom" kata andre seperti malu.

Aku bukan orang yang bodo bodo banget.  Ada memang fantasy laki laki suka bila tubuh istrinya diperhatikan. dikantor pernah beberapakali aku mendengar, juga ada banyakl di internet.
Tapi aku masih ragu, apakah suamiku mempunyai fantasy seperti itu.  mau nanya kok ndak enak,


Kadang andre juga membawa istrinya.
masih muda juga, cantik. dan sopan , tapi suamiku minta aku memakai daster saja, biar mereka nyaman katanya. ehm.

mengalir saja.

pernah satu kali andre di dapur, suamiku bilang dg nya/.

" ini tante mu ndak pakai cd lho, ndre..." katanya becanda.
andre ketawa
" apa iya, tan?"

" halah..oom mu becanda aja, ndre... pakai lah " kataku

tiba tiba tnapa aku tahu ,dari belakang suamiku menyingkap dasterku, cepat saja sih, tapi bikin deg. juga.

" oh iya..pakai, ndre......" tertawa suamiku.

aku cuma nyengir saja.

andre ketawa pelan sambil geleng kepala.


Pengalaman kecil dan singkat itu membuat aku jadi  lebih nyante kalau ada andre.
artinya, kalau awalnya aku duduk ya rapi, sekarang ya biasa saja.

pernah sesekali kulihat diujung mata , andre liat pahaku saat aku menyilangkan kaki. aku anggap wajar saja. laki laki. normal. masih muda.


Satu kali, suami lagi ke luarkota.

iseng saja, sebenarnya aku mainan bb. seperti halnya orang lain kalau ndak ada kerjaan. :-D

tiba tiba "ping"

dari andre.

ngobrolah kami

kesana kemari, akhirnya ke sex.
sebagai perempuan dewasa aku tahu andre sengaja memancing. tapi biarlah. aku follow the flow aja. wong ya ndak ada kerjaan.

agak terkejut ketika dia cerita. bahwa dia dan suamiku, sering tukeran foto saat kami ML.

memang, ketika aku dan suami ML dia sering ambil foto kami , kupikir untuk koleksi pribadi saja,. ternyata dikirim ke andre.

agak malu juga aku.

lalu kuminta dia mengirim foto itu, dia bilang dah dihapus., aku yakin tidak.

kupaksa,. dan akhirnya dikirim foto yang katanya hanya satu satunya yang ia simpan. - hmm..ia bohong-

terlihat di foto itu aku sedang WOT dengan suamiku. wajahku tak tampak, tapi background dan bodynya aku tahu itu aku.

awalnya aku agak gimana rasanya.....lama lama, aku tenang saja, karena kupikir andre juga ndak akan nyebar, dan....yah.....di foto itu body ku kelihatan bagus. :-D. suamiku mengedit dengan pintar. :-D



Andre memuji habis habisan bodyku......aku menikmatinya. :-D

walua ku tahu, anak ini pasti ada maunya....


kuketik.
" oke....kamu sudah tahu body tante,,,,sekarang aku minta fotomu naked...dan aku minta wajahmu kelihatan,,,,,,sebab bila aku tahu fotoku tersebar, aku sebar juga fotomu."
.....
ada kalau 2 menit aku menunggu jawaban...

dan
"thing"

muncul foto andre duduk meringis telanjang bulat..." :-D

soal ukuran penis, aku ndak begitu memperhatikan......aku menikmati semua ini seperti permainan saja.

layaknya anak muda, bagus badannya, bersih .......suamiku dulu juga begitu.


.........

setelah selesai chat dengan andre, aku telpon suamiku/

" kamu kirim foto kita waktu ml ke andre, ya?" tanyaku datar/

kudengar diujuung sana suamiku tertawa.....
" iya hon.......aku merasa bergairah waktu kalau kirim fotomu ke andre.....sory ya...tapi ndak kelihatan mukak kok,..sante aja...andre bisa dipercaya...kartu as nya dah kupegang...."

" apa tuh kartu as nya?"

" ya foto dia waktu ml sama istrinya, wkaka..." sambil ketawa ngakak...
////
aku diam saja...
..
tapi merasa tenang....
....
...
tiba tiba meloncat kata kata dariku

" u wanna aku ml sama andre?"

tertawanya hilang. dan kemudian sunyi

" if u dont mind, dear...and let i can see that.."

lalu aku jawab

" not fair jika kamu ndak bis ml sama istrinya andre.."

lama dia diam....
lalu perlahan suamiku menjawab.....

"jujur, hon....aku pernah ml dengan istrinya andre.....dengan seijin andre....kami thresome".....

aku terdiam.

" ok....." lalu basa basi sebentar.....kututup telpon.

aku buka bb ku....dan ku ping andre...

"ya tante?"

" bisa kerumah, ndre?"

"sekarang?"

"yap"

"ok"

...
aku lepas semua bajuku...kubersihkan badanku di kamar mandi.....
kukenakan daster, tanpa memakai apa apa didalamnya.........................