Minggu, 30 Januari 2011

wife story: sex for charity

Akibat kami sering melakukan swinger, akhirnya pemahaman kami terhadap sex tidaklah sempit..Sepanjang tidak mengganggu komitmen kami sebagai suami istri, dan selalu mendiskusikan secara terbuka dengan suami, maka tak ada yang perlu dianggap tabu buat kami.
Seprti beberapa kisah yang akan saya ceritakan, dimana saya melakukan hubungan sex dengan orang lain atas persetujuan suami.

Oom.
saya mempunyai oom, yang usianya mungkin terpaut 10 tahun dari suami saya,
dia mempunyai perusahaan sendiri,
karena kami sudah sangat dekat, maka kami tahu keluhan dari karyawan karyawan oom tentang sikapnya akhir akhir ini yang selalu marah marah untuk alasan yang kadang terlalu kecil untuk ddiurusi oom apalagi untuk dibuat ribut.

saya dan suami kadang memang diajak dinner bareng untuk sekedar bertemu saja. karena kami sangat dekat jadi kami terbuka untuk banyak hal,
pada suatu ketika saat kami dinner, suami saya menceritakan keluhan karyawan karyawan oom.
Oom enyadari itu tapi ia sama sekali tak bisa mengendalikannya.
setelah cerita sana sini, maka akhirnya oom mengaku bahwa ini akibat istrinya yang sakit sudah 6 bulan, dan dia tak bisa melakukan hubungan sex.
untuk jajan dia tidak suka, ia bukan tye orang yang suka jajan.

Akhirnya setelah kami diskusi, suami saya bilang, "andai istri saya bersedia,oom boleh bersama istri saya. Bukan masalah apa apa, daripada oom marah marah nggak keruwan, staff inti pada keluar, oom bisa rugi besar, tapi tentu bila istri saya mau".
kaget juga oom saya mendapat saran itu. awal dia langsung menolak, tapi kami meyakinkan ,bahwa ini cuma sex.
akhirnya ,ia bilang: "ok i will try "

Akhirnya, besok paginya oom datang kerumah. suami sudah berangkat kerja.
tidak ada persiapan apa apa dari saya. karena kalau dirumah sendiri memang saya hanya memakai daster sepaha tanpa BH.

ketika oom datang,saya persilahkan langsung ke dapur, karena memang kebetulan saya sedang membuat kopi,
setelah mengobrol sebentar, akhirnya  saya bilang, :"ok oom, kita bisa mulai".
setelah berciuman sebentar, oom langsung menyingkap daster saya dan ia membuka resluiting celananya.
lalu ku oral.
oom menarik aku untuk berdiri dan kemudian membalikkan tubuhku untuk membelakanginya.
disingkapnya dasterku dan kemudian ia memulai dengan doggie,
hanya satu gaya yang kami lakukan. dan mungkin karena lama tidak ml, oom tak lama kemudian sudah ejakulasi.
jadi
pertama kami melakukan, sama sekali tidak telanjang,

saya dan oom melakukan hubungan sex seminggu sekali. dan itu cuma 3 minggu.
tak lama kemudian, tante sembuh. dan kami tak pernah melakukan lagi.


Papa sahabat.
Waktu SMA aku mempunya sahabat,namanya rini. dia bungsu dari 8 bersaudara. dulu kami bisa disebut sahabat kental,dimana ada rini, disitu pasti ada aku.
sampai kemudian kami kuliah dan berkeluarga,kami masih bersahabat.

rini mempunya papa,yang usianya sudah 80 tahunan. sudah mulai sakit sakitan. Rini sendiri bekerja di travel biro, yang memaksa ia harus sering keluar negeri,
jadi oom hans(papanya rini) sering sendiri,hanya dengan seorang suter dan 3 orang pembantu.

one day saya ditelpon rini, yang mengabarkan papanya sakit, kalau ada waktu aku diminta untuk menengoknya,

karena suami keluar kota, kahirnya aku menengoknya sendiri,
sangat nelangsa juga lihat oom hans yang dulu selalu memakai jeans dan gagah sekarang sangat lemah tidur di ranjang,
walau bicaranya masih tegas, tapi tubuhnya sudah sangat lemah.
stelah ngobrol ngobrol...sebentar,aku menyimpulkan ia sebenarnya senang sekali ada yang mengajaknya mengobrol.

akhirnya hampir setiap hari aku datang untuk sesekali menjenguk barang 1-2 jam.
.
suatu ketika mungkin kami khabisan bahan obrolan. oom hans bilang: kamu masih cantik sekali,tubuhmu masih sangat bagus.

aku hanya tertawa, :" iya oom,banyak yang bilang begitu"

om hans tersenyum:" oh ya?..sayang aku sudah lama tidak melihat tubuh indah lagi. tante meninggal 19 tahun yang lalu, itupun tubuhnya sudah tak indah lagi" sambil terkekeh kekeh...

entah ide darimana, aku langsung ambil handphone ku dan sms suamiku, minta ijin untuk telanjang didepan oom hans dengan alasan bla bla bla.

tak lama kemudian suamiku sms balik. OK.

lalu aku perlahan lahan bilang pada oom hans: oom ingin lihat tubuh indahku?

oom hans tertawa: "bolehkah?"
aku bilang : "bolehlah, sepanjang itu jadi rahasia kita"

oom hans : "tentu saja" masih sambil tersenyum,mungkin mengira ku cuma bercanda.

lalu perlahan lahan kulepas t-shirt ketatku didepan oomhans. beliau cuma tersenyum saja.

" oom boleh pegang kalau oom mau"
" gampang, kita lihat nanti" begitu katanya tenang.

lalu perlahan lahan kulepas jeansku, dengan memakai cd mini,aku dekati oomhans. didepannya aku kemudian melepas bh dan cdku pelan pelan.
telanjang bulat aku duduk diranjang oom ,
lalu kuraih tangan oom hans untuk menyentuh payudaraku dan menggerakkan jarinya untuk meremas.
" hmm..masih kencang"
lalu kuminta oom mengelus pahaku. dan entah mengapa aku sangat merasakan sebuah sensasi yang aneh
lalu kuarahkan tangan oom untuk meraba vagina dan kemudian meremaas pantatku.
..
sesekali aku memejamkan mata untuk merasakan sensasi oom.

"oom mau ku oral?"
" ah..aku sudah tidak bisa ereksi"
" ndak papa kok"
lalu perlahan ku singkap sarung oom, dan tampaklah penis yang lemas, dengan rambut bawah yang juga beruban..
lalu perlahan ku oral.
memang lemas. tapi tak apa apa, yang penting oom hans bisa bahagia.
dengan keadaan penis yang lemas itu kemudian aku tindihi oom hans, lalu kugesek gesek vaginaku ke penis beliau, entah mengapa aku bisa orgasme.
..
setelh itu aku pulang..
dirumah aku ceritakan seluruh kejadian pada suami, dia tersenyum dan mengelus rambutku, i proud about u.
..
besoknya rini datang dari luar negeri, dan aku tak pernah lahi kesana. sebualan kemudian kudengar berita oom hans meninggal.
saat aku kesana untuk melayat, rini mengajakku masuk ke kamarnya.
ia menunjukkan surat wasiat dari oom hans, ia mewariskan sebuah kalung berlian dari istrinya untukku.
sungguh bukan itu yang kuharapkan, tapi rini memaksa untuk menerima, ia juga berterimakasih bahwa selama ia pergi aku mau mengunjungi papanya.
..
selamat jalan om hans.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar